Sarang Semut Dari Papua Ini Tingginya Mencapai 5 Meter

Sumber daya alam di Indonesia sangat melimpah. Mulai dari barat hingga ujung timur, negara ini kaya akan keanekaragaman hayati.

Salah satunya di tanah Papua yang menjadi salah satu daerah yang memiliki sumber keanekaragaman hayati. Di sana, terdapat sebuah keanekaragaman hayati yang cukup unik dan menarik untuk dibahas.

Melansir laman Direktorat SMP Kemendikbud Ristek, di Taman Nasional Wasur ada banyak flora dan juga fauna endemik yang sulit dijumpai di daerah-daerah lainnya.

Saat memasuki Taman Nasional Wasur, tepatnya di sekitar wilayah padang savana, pengunjung akan melihat beberapa gundukan tanah yang menjulang cukup tinggi.

Gundukan tanah ini dinamakan dengan musamus. Musamus adalah sebutan yang dipakai oleh masyarakat Merauke untuk menamai “sarang semut”.

Hal yang membuat musamus ini unik adalah karena memiliki ukuran yang tergolong jumbo.

Rumah bagi makhluk kecil ini dapat menjulang setinggi lima meter dan berdiameter hingga dua meter. Tentunya keunikan ini tidak mudah dijumpai di daerah lain.

Meski lebih dikenal dengan sebutan “sarang semut”, ternyata yang membangun musamus bukanlah semut. Mahakarya alam ini sebenarnya diciptakan oleh hewan sejenis rayap. Rayap tersebut memiliki nama ilmiah Macrotermes sp.

Adapun rayap penghuni musamus tidak termasuk ke dalam kategori rayap yang merusak ataupun bukan hama pengganggu.

Justru, rayap ini tergolong cukup mandiri karena membangun musamus tanpa menumpang benda-benda milik manusia. Habitat hidupnya pun memang jauh dari permukiman manusia.

Sedangkan secara fisik, musamus terlihat seperti gundukan tanah yang terbuat dari bahan dasar tanah, rumput kering, serta air liur rayap pembuatnya.

Bentuknya yang menjulang tinggi di atas permukaan tanah menyerupai stalakmit yang terdapat di gua-gua. Tekstur permukaan sarang rayap ini berlekuk-lekuk dan berwarna coklat kemerahan, sesuai warna tanah di habitatnya berada.

Di dalam musamus itu, hidup jutaan koloni rayap yang menjadikan gundukan tanah ini sebagai tempat tinggalnya.

Rayap-rayap tersebut membangun istananya dengan sangat kuat dan kokoh, bahkan mampu menahan beban dari injakan makhluk besar, manusia, ataupun hempasan pohon tumbang.

Isi dari musamus berupa lorong-lorong dan rongga-rongga kecil. Lorong dan rongga tersebut digunakan oleh koloni rayap sebagai tempat tinggal.

Tidak hanya tempat tinggal, rongga yang ada juga berfungsi menjadi ventilasi yang dapat menjaga suhu tetap stabil agar terlindung dari perubahan suhu ekstrem, bahkan dari kebakaran hutan sekalipun.

Jadi, Musamus menjadi salah satu bukti bahwa Indonesia memiliki banyak sekali keanekaragaman hayati.

Oleh karena itu, siswa sekolah diharaplan untuk selalu menjaga lingkungan dan ekosistem agar keanekaragaman hayati lainnya bisa tetap terjaga dengan baik.

 

Sumber: Kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *